Follow Us
Mas News

AS Roma Goyah: Gasperini-Ranieri Perang Dingin, Tiket Liga Champions Terancam

Bekti Junaedi | Mas News
Wednesday, 15 Apr 2026 06:54 WIB

Ringkasan Peristiwa Serie A: Internal Konflik Guncang AS Roma

AS Roma tengah dilanda isu tak sedap yang mengancam stabilitas klub di tengah performa tim yang menurun drastis. Ketegangan internal mencuat antara pelatih Gian Piero Gasperini dan penasihat senior Claudio Ranieri, yang dikabarkan saling diam dan terlibat "perang dingin." Situasi ini memuncak saat keduanya terlihat duduk berjauhan dalam sesi latihan di Trigoria, Senin (13/4) waktu setempat, menandakan adanya keretakan serius di jajaran manajemen dan kepelatihan.

Latar Belakang dan Konteks Klasemen Liga Italia

Konflik ini muncul di saat krusial bagi AS Roma yang sedang berjuang keras di papan atas Serie A. Performa tim di bawah Gasperini belakangan ini menjadi sorotan, dengan hanya mengemas tiga kemenangan dari sepuluh laga terakhir di semua ajang. Kondisi ini sangat penting mengingat Roma saat ini menempati peringkat keenam klasemen Liga Italia dengan 57 poin hingga pekan ke-32, hanya terpaut tiga angka dari Juventus di posisi keempat, batas akhir zona Liga Champions musim depan.

Kronologi Ketegangan Gasperini-Ranieri

Ketegangan antara Gasperini dan Ranieri mulai terlihat setelah Ranieri secara terbuka mengkritik performa tim. Ranieri menyiratkan bahwa Gasperini bukanlah sosok pelatih yang diusulkannya kepada manajemen, bahkan menilai laju AS Roma belakangan ini sebagai konsekuensi dari penunjukan eks pelatih Atalanta tersebut. Ia menegaskan perannya sebagai pemberi masukan kepada manajemen, bukan kepada pelatih, dan jarang ikut campur dalam urusan di lapangan. Ranieri menyebutkan telah mengusulkan lima atau enam nama pelatih, namun klub akhirnya memilih Gasperini karena prestasinya di Atalanta.

See also  Bantai Cremonese 4-1, Fiorentina Akhirnya Bernapas Lega Tinggalkan Zona Merah!

Ranieri juga mengklaim bahwa perekrutan pemain muda seperti Ziolkowski, Ghilardi, Venturino, dan Zaragoza dilakukan atas persetujuan Gasperini, dengan tujuan memberikan pelatih sebuah tim yang hanya terpaut satu poin dari Liga Champions. Namun, Gasperini memilih untuk tidak menanggapi kritikan pedas tersebut, memperburuk situasi internal. Puncak ketegangan terlihat jelas dalam sesi latihan, di mana keduanya duduk saling berjauhan, mengindikasikan adanya masalah komunikasi yang serius.

Poin Penting Konflik Internal Roma

Konflik ini menyoroti dinamika kompleks antara peran penasihat senior dan pelatih kepala dalam sebuah klub besar Serie A. Kritik terbuka dari Ranieri, seorang legenda dan penasihat senior, terhadap Gasperini, pelatih yang ditunjuk manajemen, menciptakan tekanan besar. Situasi ini diperparah dengan sikap diam pemilik klub, Dan Friedkin, yang mengaku terkejut dengan masalah ini. Friedkin menyatakan menghormati sikap Ranieri, namun di sisi lain tetap menilai kinerja Gasperini masih "on the track," menciptakan ambiguitas dalam dukungan manajemen.

Dampak terhadap Klasemen Liga Italia dan Ambisi Eropa

Dampak langsung dari konflik internal ini sangat terasa pada ambisi AS Roma untuk mengamankan tiket Liga Champions musim depan. Dengan hanya tiga poin memisahkan mereka dari posisi keempat, setiap gejolak internal berpotensi mengganggu fokus dan performa tim di sisa musim. AS Roma juga telah tersingkir dari Liga Europa dan Coppa Italia, sehingga seluruh fokus kini tertuju pada persaingan di Serie A. Ketidakstabilan di jajaran kepelatihan dan manajemen dapat menjadi penghalang serius dalam perburuan posisi empat besar yang sangat kompetitif.

See also  Lukaku vs Napoli Memanas, Ketegangan Picu Sorotan di Serie A

Pernyataan Resmi dari Pihak Terkait

Claudio Ranieri telah memberikan pernyataan eksplisit mengenai perannya dan proses penunjukan Gasperini. "Tugas saya sangat berbeda dengan tugas pelatih. Saya memberikan masukan ketika diminta oleh pihak manajemen, bukan oleh pelatih. Saya jarang ikut campur dalam urusan di lapangan," kata Ranieri. Ia menambahkan, "Saya menyebutkan lima atau enam nama pelatih. Tiga di antaranya tidak datang dan klub memilih Gasperini. Saya berbicara dengannya karena saya mengenalnya. Kami memilihnya karena prestasinya di Atalanta." Sementara itu, Gian Piero Gasperini belum memberikan tanggapan resmi terkait kritikan tersebut. Pemilik klub, Dan Friedkin, menyatakan menghormati sikap Ranieri namun tetap menilai kinerja Gasperini masih sesuai jalur.

Perkembangan Selanjutnya di AS Roma

Situasi di AS Roma masih menunggu perkembangan lebih lanjut. Dengan musim Serie A yang semakin mendekati akhir, penyelesaian konflik internal ini menjadi krusial bagi Giallorossi. Ketidakpastian mengenai hubungan antara Gasperini dan Ranieri, serta posisi Friedkin yang terkesan menyeimbangkan kedua belah pihak, akan terus menjadi sorotan. Bagaimana manajemen akan mengatasi ketegangan ini akan sangat menentukan nasib AS Roma dalam perburuan tiket kompetisi Eropa musim depan.

About Author
Bekti Junaedi
Bekti Junaedi